Korupsi dan Etika Bisnis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut, yaitu : Perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana prasarana yang ada, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Selain itu, terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya: Memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), penggelapan dalam jabatan, pemerasan dalam jabatan, ikut serta dalam pengadaan dan menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara).

Korupsi dan etika bisnis adalah dua istilah yang saling berhubungan. Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Oleh karenanya, korupsi adalah perbuatan yang sangat mencoreng etika dalam berbisnis, etika bisnis tidak mengajarkan seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi yang sangat jelas merugikan semua pihak bahkan untuk sang pelaku korupsi itu sendiri.

Contoh kasus korupsi yang dilakukan oleh pengusaha diantaranya dilakukan oleh direktur CV. Mutiara Abadi Sidoarjo, Setiabudi yang terbukti melakukan korupsi pada proyek rehabilitasi lift Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang II di Jalan Imam Bonjol No.1D Semarang.

Terdakwa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Majelis hakim juga mengharuskan terdakwa membayar denda sebesar Rp. 400 juta subsider 4 bulan penjara serta membayar kerugian keuangan negara sebesar Rp. 958 juta.

Rehabilitasi lift GKN Semarang II berlangsung dalam 2 tahun anggaran, yaitu tahun 2007 dan 2008 yang seluruhnya dikerjakan CV. Mutiara Abadi Sidoarjo. Proyek tahun 2007 dilaksanakan dengan pagu anggaran Rp.1,28 miliar dan tahun 2008 sebesar Rp.1,36 miliar. Namun audit BPKP menemukan harga lift terpasang pada tahun 2007 hanya Rp. 352 juta dan pada tahun 2008 hanya Rp. 613 juta.

Dikutip dari : Wikipedia.org dan Koruptorindonesia.com

0 Responses to “Korupsi dan Etika Bisnis”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: